Fashion Buyerarchy


The Buyerarchy in Fashion alias hirarki pembelian dalam bidang fashion. Makin ke bawah dan makin luas cakupan dalam segitiga ini, makin baik dan makin harus dilakukan banyak orang untuk mencegah kerusakan lingkungan dan menghentikan eksploitasi manusia lain. Apa saja keenam poin dalam buyerarchy ini?

1. REWEAR OR REPAIR 
alias Gunakan kembali/ pakai yang ada dan perbaiki; kedua hal ini penting agar konsumen tidak mudah terjebak dengan permainan fast fashion yang mendorong konsumerisme.

2. RENT OR BORROW
alias Pinjam/ sewa; Dengan meminjam atau menyewa pakaian untuk occasion tertentu, akan membebaskan Anda dari tumpukan pakaian yang jarang dipakai dan dapat menimbulkan debu, penyakit, sampai hilangnya mood di pagi hari!

3. SWAP 
alias Tukar Baju; menjadi pilihan terbaik saat Anda bosan dengan style pakaian di lemari dan perlu ‘penyegaran’

4. THRIFT 
alias beli bekas/ preloved/ second; Menambah masa guna suatu item menjadi lebih lama dan menghindari barang tersebut berakhir di landfill.

5. MAKE 
alias Buat sendiri; Andaikan keterampilan membuat baju dianggap sama penting dengan membuat masakan di rumah, tentunya laju fast fashion akan semakin melambat. Tapi perlu diperhatikan bahwa membuat baru masih menghasilkan waste dan emission meskipun kecil.

6. BUY 
atau Beli baru, dan utamakan Buy Consciously or Sustainably if possible; Pilihan terakhir saat Anda benar-benar membutuhkan satu piece baru yang belum ada di lemari. Di Indonesia sendiri sudah banyak brand-brand Ethical yang menyediakan produk ramah lingkungan dan ramah manusia.

Di bulan Ramadhan ini, mari kita pertimbangkan kembali kegiatan beli-membeli pakaian untuk masa depan bumi yang lebih baik 🌍

Tidak ada komentar:

Posting Komentar