Upcycling Baju Bekas: KEKNO KLAMBIMU


Kemarin (19/5), Tania dari Jelujur berkesempatan datang ke acara Earth Market di Kudos Cafe. Kebetulan, Kekno Klambimu, sebuah movement yang digagas oleh Cherlita, sedang menyediakan dropbox pakaian bekas untuk di-upcycle.

Cherlita, mahasiswi semester akhir Universitas Pertra Surabaya, pada awalnya memulai Kekno Klambimu sebagai tugas akhirnya. Ternyata,  setelah melakukan riset lebih dalam, Ia menjadi tertarik mencari solusi pengolahan limbah kain yang menumpuk.

Cherlita akhirnya bertemu dengan Perca Ayu, sebuah UKM yang berfokus meng-upcycle kain perca dan sisa tekstil menjadi barang baru seperti keset, tas, pouch dll. Sebagai UKM, salah satu tantangan Perca Ayu adalah mereka harus membeli kain bekas ke pengumpul setiap kali membutuhkan, dengan harga yang dipatok per karung, tanpa tahu isi, motif dan warna kain sisa yang dijual. Kadang mereka menerima pakaian hitam yang saat dibuat keset, tidak disukai konsumen karena “mengundang nyamuk”.

Melihat banyaknya sampah tekstil berakhir di landfill, dan ada kebutuhan akan bahan baku dari sampah tersebut, Cherlita berinisiatif menjembatani missing link itu dengan membuat Kekno Klambimu.

Uniknya, kata kekno sendiri yang dalam Bahasa Jawa berarti “berikan”, adalah sebuah akronim bagi Kumpulkan, Seleksi dan Olah. Sedangkan klambi, adalah Bahasa Jawa untuk baju. Jadi movement ini berarti “Berikanlah bajumu agar dikumpulkan, diseleksi dan diolah”. Unik!

“Saya mencoba mencari istilah yang “Suroboyo banget” tapi juga bermakna, agar bisa sedekat mungkin dengan masyarakat sini,” ujarnya.

Sore itu, sudah banyak pakaian bekas dalam kantung yang terkumpul. Kekno Klambimu mengutamakan pakaian yang sudah tidak layak pakai untuk diolah, agar tidak berakhir di pembuangan. Setiap donatur berhak mendapatkan satu stainless steel straw pouch dari Perca Ayu dan selebaran berisi informasi tentang Kekno. Bagi para donatur yang tertarik memberikan pakaian bekasnya namun berhalangan hadir, dapat mengirimkan paketnya ke Perca Ayu langsung ke alamat ini: Jl. Pagesangan IIIB no.23, Surabaya 60233 di nomer handphone 0851 0066 7404.

Cherlita berharap gerakan ini akan terus berjalan baik dan mengundang antusiasme masyarakat. 

“Beberapa bulan lagi aku akan pindah ke Jakarta untuk kerja, semoga ada yang mau melanjutkan kekno di Surabaya sini” kata Cherlita.

Semoga sukses di mana pun, dan terimakasih telah menginisiasi Kekno Klambimu sebagai solusi up cycle limbah kain, Cherlita!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar